Menulis CV dengan baik dan seksama serta berisi informasi yang lengkap tentu bisa meningkatkan kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan yang kamu incar. CV yang baik akan menampilkan informasi yang terbagi menjadi beberapa bagian termasuk mencantumkan referensi berupa pihak yang dapat membantu validasi skill, karakter, dan performa kerja yang kamu miliki di bagian akhir CV. Meski begitu ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan saat mencantumkan referensi dalam CV. 

Apakah menulis referensi dalam CV berdampak positif pada peluangmu diterima kerja atau justru membuang ruang berharga yang bisa diisi informasi lain?

Apa itu referensi?

Referensi kerap diartikan sebagai sumber, tapi disini referensi dalam CV atau references in CV berarti orang-orang yang dipercaya untuk memberikan keterangan atau validasi atas informasi yang kamu tulis dalam CV. Orang yang menjadi referensi kerap disebut dengan istilah referee. Bisa dibilang referee ini bertindak sebagai brand ambassador atau penasehat yang kamu miliki. Pihak referensi juga bisa menjadi penguat atau bukti dari skill maupun pengalaman kerja yang kamu miliki. Dengan mencantumkan referensi pada CV atau resume yang kamu buat maka informasi yang kamu sertakan akan lebih valid dan HRD atau perekrut bisa mengeceknya secara langsung.

Kapan kamu harus mencantumkan referensi?

Meskipun tidak semua CV harus menampilkan referensi, Ada kalanya kamu harus tetap menuliskan bagian tersebut. Dengan menuliskan referensi pada CV atau resume maka kamu dapat meningkatkan kredibilitas yang kamu miliki. Kamu bisa menyertakan referensi pada CV atau resume apabila

  1. Perekrut memintamu untuk mencantumkan referensi
  2. Deskripsi lowongan pekerjaan menyebutkan bahwa kamu harus mencantumkan referensi.
  3. Memiliki area atau daftar kosong di bagian bawah CV atau resume yang bisa diisi dengan referensi.
  4. Menerima izin atau rekomendasi dari orang yang akan kamu jadikan referensi.

Jika kamu mendapatkan kondisi di atas maka kamu perlu mencantumkan bagian referensi pada CV atau resume yang kamu buat. Selain itu, dengan mencantumkan referensi secara profesional maka kamu bisa membuat perekrut lebih terkesan terutama jika orang yang dijadikan referensi adalah seseorang yang berpengaruh atau telah memiliki kredibilitas di bidangnya. Sebaliknya, kamu tak perlu mencantumkan referensi apabila menemui kondisi berikut, seperti:

  1. Deskripsi pekerjaan tidak menyebutkan bahwa kamu perlu mencantumkan referensi
  2. Kamu hanya memiliki satu atau dua orang yang akan dijadikan sebagai referensi
  3. Jika kamu berada di tahap awal proses melamar pekerjaan
  4. Tidak ada ruang kosong pada CV atau resume untuk menuliskan referensi
  5. Referensi yang kamu miliki tidak sesuai atau terkait dengan lowongan pekerjaan yang kamu inginkan

Perlukah mencantumkan referensi dalam CV?

Apakah perlu mencantumkan references in CV atau referensi dalam CV? Jawabannya bisa ya atau tidak tergantung situasi atau kebutuhan. Kamu bisa mencantumkan referensi jika kamu ingin menambah validitas informasi yang kamu miliki dan apabila diminta oleh perekrut. Sementara itu jika kamu baru mulai melamar pekerjaan dan akan mulai seleksi sebaiknya kamu tidak perlu mencantumkan referensi dalam CV atau resume yang kamu buat. Pastikan kamu mengetahui deskripsi pekerjaan terkait dan menyesuaikan CV atau resume dengan deskripsi lowongan pekerjaan tersebut.

Mengapa perekrut membutuhkan referensi dalam CV?

Terkadang perekrut akan memintamu untuk mencantumkan referensi pada CV atau resume yang kamu kirimkan. Dengan mencantumkan referensi dalam CV maka perekrut dapat menghubungi referensi tersebut terlebih dahulu untuk membenarkan informasi yang ditulis dalam CV. Apabila data atau informasi yang disebutkan sudah valid maka proses interview akan lebih mudah dilakukan oleh perekrut kepada aplikan. Intinya, referensi dalam CV dapat meningkatkan kredibilitas yang kamu miliki. Kamu juga memberikan pesan bahwa kamu dapat dipercaya karena kamu tidak menyembunyikan apapun khususnya tentang karir atau pendidikan sebelumnya.

Perbedaan referensi dalam CV dengan rekomendasi Linkedin

LinkedIn adalah salah satu situs yang berisi profil profesional seseorang maupun perusahaan dan lowongan kerja. Saat membuat profil LinkedIn, kamu mungkin harus menuliskan informasi di bagian rekomendasi. Lantas apa perbedaan rekomendasi pada profil LinkedIn dan referensi pada CV? Perbedaan keduanya ada pada detail dan spesifikasi. Rekomendasi pada profil LinkedIn akan secara spesifik mengarah pada pihak atau orang yang dapat membuktikan atau memvalidasi skill atau proyek yang pernah dilakukan. Sementara itu, references in CV atau referensi dalam CV lebih bersifat umum dan dapat menjelaskan seseorang tidak hanya dari skill atau pengalaman kerja saja tetapi juga dari hal lain seperti personalitas maupun kepribadian. Meski berbeda, kamu bisa memilih siapa yang akan menjadi rekomendasi atau referensi dengan baik dan seksama. 

Hal yang perlu dilakukan sebelum mencantumkan referensi

Jika Kamu bingung harus mencantumkan berapa nama untuk menjadi referensi dalam CV mu kamu bisa mempertimbangkan dua orang sebagai referensi utama. Referensi pertama bisa dipilih dari ketua karyawan atau atasan dimana kamu bekerja sebelumnya, dan referensi pihak kedua bisa dari mana saja termasuk rekan karyawan di tempat kerja sebelumnya, manajer, supervisor, guru, pelatih, dosen dan sebagainya. Pilih orang-orang yang akan dijadikan referensi dengan hati-hati dan baik karena hal tersebut dapat menentukan kredibilitas. Tidak semua orang bisa menjadi referensi meskipun mereka memiliki kedekatan termasuk keluarga atau teman, mereka tidak bisa menjadi bagian dari referensi dalam CV. Oleh sebab itu, sebelum mencantumkan seseorang dalam CV sebagai referensi ada baiknya kamu membicarakannya terlebih dahulu dan mendiskusikan beberapa hal karena tentu mereka akan mendapatkan telepon dari HRD atau perekrut. Kamu bisa ikuti beberapa langkah berikut saat akan menuliskan referensi pada CV

  1. Mintalah izin pada orang yang akan kamu jadikan referensi terlebih dahulu baik dengan menelpon atau menemuinya secara langsung
  2. Tuliskan nama referensi dan profesi yang dimiliki ataupun posisi yang diduduki di tempatnya bekerja
  3. Sertakan juga nama dan alamat perusahaan tempat pihak yang dijadikan referensi bekerja
  4. Buat daftar nomor telepon dan email dari referensimu yang bisa dihubungi oleh pihak HRD atau perekrut, pastikan nomor telepon atau email tersebut valid dan bisa dihubungi.
  5. Berikan penjelasan apa hubunganmu dengan pihak yang kamu jadikan referensi dalam CV atau resume-mu misalnya teman kerja, manajer di tempat kerjamu sebelumnya, dosen semasa kuliah dan lainnya.

Setelah mendapatkan izin dan informasi terkait referensi tersebut, kamu bisa menuliskannya dalam template berikut :

  1. [Nama lengkap referensi]
  2. [Pekerjaan atau profesi]
  3. [Nama perusahaan atau tempat kerja]
  4. [Alamat perusahaan atau tempat kerja]
  5. [Nomor telepon tempat kerja referensi]
  6. [Alamat email referensi]
  7. [Deskripsi singkat hubunganmu dengan pihak referensi]

Mencantumkan referensi bisa menjadi hal yang penting untuk dilakukan. Pastikan kamu memilih orang yang tepat sebagai referensi dan cantumkan informasi secara lengkap agar pihak HRD atau perekrut dapat menghubunginya dengan mudah. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *